04. Penguatan Akuntabilitas

1. Keterlibatan Pimpinan

  • Unit kerja telah melibatkan pimpinan secara langsung pada saat
    penyusunan perencanaan;
  • Unit kerja telah melibatkan secara langsung pimpinan saat
    penyusunan penetapan kinerja; dan
  • Pimpinan telah memantau pencapaian kinerja secara berkala.

2. Pengelolaan Akuntabilitas Kinerja

  • Unit kerja telah memiliki dokumen perencanaan;
  • Dokumen perencanaan telah berorientasi hasil;
  • Telah terdapat penetpan Indikator Kinerja Utama (IKU);
  • Indikator kinerja telah memiliki kriteria Specific, Measurable, Acheivable, Relevant and Time bound (SMART);
  • Unit kerja telah menyusun laporan kinerja tepat waktu;
  • Pelaporan kinerja telah memberikan informasi tentang kinerja; dan
  • Unit kerja telah membangun sistem informasi kinerja;
  • Unit kerja telah berupaya meningkatkan kapasitas SDM yang menangangi akuntabilitas kinerja;

3. Aspek Reform

  1. Meningkatnya capaian kinera:
    Pengukuran indikator ini dilakukan dengan melihat kondisi
    persentase sasaran dengan capaian 100% atau lebih;
  2. Pemberian Reward and Punishment
    Pengukuran indikator ini dilakukan dengan melihat kondisi apakah
    hasil capaian/monitoring Perjanjian Kinerja telah dijadikan dasar
    sebagai pemberian reward and punishment bagi organisasi;
  3. Kerangka Logis Kinerja
    Pengukuran indikator ini dilakukan dengan melihat kondisi apakah
    terdapat penjenjangan kinerja yang mengacu pada kinerja utama
    organisasi dan dijadikan dalam penentuan kinerja seluruh pegawai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.